Kurang lebih 3200 pembaca Rss Feed sudah bergabung, Sudahkah anda?

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan

23 Mei 2013

Singapuar "the smallest primates in the world"



Dubbed as the world's smallest primate. Having a body weight between 80-140 grams and length of just 12-15 cm is quite feasible if called smallest primate. Although it has a large pair of eyes whose size exceeds the volume of the brain but can only be used at night only. Similar to owls. Riau Islands, Kalimantan and Sumatra islands is also the southern part of southeast is its natural habitat.

One type of tarsier, tarsier Dian T. dentatus; registered segabai junior synonym T. dianae by IUCN), listed on the IUCN Red List status of Conservation Dependent. Two species / subspecies other, Western Tarsier (T. bancanus) and nomination subspecies (T. bancanus bancanus, registered with Low Risk status. Sulawesi tarsiers (T. tarsier; listed as a junior synonym T. spectrum) are categorized as Near Threatened. Tarsiers type others are listed by the IUCN as Data Less. Meanwhile in Indonesia ..
Tarsiers never formed successful breeding colonies in captivity, and when caged, tarsiers known to injure and even kill themselves because of stress. [8]
The site gets success in restoring populations tarisus Philippine island of Bohol. Philippine Tarsier Foundation has developed a large semi-wild enclosure that uses light to attract nocturnal insects that feed tarsiers. [9]
In 2008 described Siau tarsier is considered critical bestatus and listed in 25 most endangered primates by Conservation International and the IUCN / SCC Primate Specialist Group in 2008.

27 Oktober 2011

AYOOO Vote Komodoooo !!!





Ayo kita dukung pulau Komodo menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia versi “New 7 Wonders of Nature”, melalui berbagai macam cara vote (voting), yaitu email, sms, telepon dan dukungan langsung melalui website. Yah, terserah bagaimana anda ingin mendukung pulau ini menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia.

Sebelumnya aku kurang begitu tahu tentang kampanye pulau Komodo menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Tapi setelah tadi pagi menonton Metrotv yang mewawancari Bapak Jusuf Kalla yang merupakan duta pulau Komodo, aku jadi tahu dan sadar jika ini merupakan sesuatu hal yang cukup penting bagi bangsa ini dan Indonesia.

Pulau Komodo

Cara yang paling mudah untuk mendukung pulau Komodo menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia, adalah dengan mengirim sms ke 9818 dengan hanya mengetik Komodo. Dan jika kalian merasa keberatan mengirimkan sms untuk mendukung Komodo menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia, silahkan menggunakan alternatif televoting lainnya melalui Dukung Komodo.

Untuk berjuang memenangkan KOMODO menjadi finalis 7 Keajaiban Dunia Baru kategori alam kita membutuhkan kurang lebih 120 juta suara. Oleh karena itu kirim dukungan Anda sebanyak-banyaknya melalui televoting ini sekarang juga !

Ada begitu banyak keuntungan lainnya jika Komodo terpilih menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia, karena selain akan menjadi sorotan dunia internasional, secara otomatis pulau ini akan dibanjiri oleh wisatawan mancanegara, yang artinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar Taman Nasional Komodo tersebut.

Ayolah kawan, kita dukung Komodo menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia, karena inilah salah satu kekayaan alam kita, Indonesia. Jika bukan kita yang peduli tentang semuanya itu, lalu siapa lagi ? Please vote yah !

14 Agustus 2008

Kura-kura berleher ular dari Pulau Rote (Chelodina mccordi) Terancam Punah



Kura-kura rote (Chelodina mccordi) atau disebut juga kura-kura berleher ular dari Pulau Rote ini hanya bisa ditemukan di lahan basah. Setelah mempunyai nama spesies di tahun 1994, kura-kura berleher ular dari Pulau Rote ini banyak diminati oleh pasar internasional dari Eropa, Amerika, dan Asia Timur, yang menyebabkan populasinya berada di ambang kepunahan. Walaupun spesies Chelodina mccordi diberikan quota nasional untuk pemanenan dan ekspor ke luar negeri pada tahun 1997 dan 2001, ini pada kenyataannya tidak ada lisensi yang dikeluarkan untuk melakukan koleksi, kemudian juga tidak adanya izin pemindahan dari negeri tempat asal spesies ini berada yaitu Pulau Rote, Indonesia. Jadi selama ini spesies Chelodina mccordi diekspor ke luar negeri secara ilegal dari tahun 1994. Sejak saat itu kura-kura berleher ular diekspor besar-besaran ke luar negeri atas permintaan kolektor. Akhirnya pada tahun 2000, IUCN mengkategorikan spesies kura-kura berleher panjang dari pulau rote (Chelodina mccordi) ini ke dalam status kritis (Critically Endangered) dalam Red List, dan juga dimasukkan dalam daftar Appendix II CITES. Akan tetapi sampai sekarang penyelundupan dan perdagangan ilegal kura-kura berleher ular masih terus dilakukan oleh mafia-mafia satwa, kepunahan kura-kura berleher ular sudah diujung mata dan tinggal menunggu waktu. Mari kita mulai dari sekarang cegah satwa punah, agar populasi kura-kura berleher panjang dapat dilestarikan sampai kapan pun dan tidak hanya menjadi fosil yang dapat dilihat di musium-musium. Salam cegah satwa punah :)

Macan tutul atau Panthera pardus

Kucing Besar Terakhir

Macan tutul atau Panthera pardus melas menjadi ’spesies kucing besar’ terakhir yang hidup di tanah jawa, setelah kawannya Harimau jawa (Panthera tigris) telah dinyatakan punah. Satwa ini memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan sesama pemangsa lain, Harimau Sumatra. Panjang tubuhnya sekitar 1-2 meter dengan berat badan 30-70 kg.

Hasil dari pengamatan di Taman Nasional Ujung Kulon saja menyatakan bahwa populasi di sana hanya sekitar 200 ekor, padahal tahun sebelumnya ada 700 ekor. Turunnya jumlah ini diakibatkan oleh banyaknya perburuan untuk perdagangan dan satwa koleksi. Jika tidak segera dihentikan bukan tidak mungkin akan menyusul kerabatnya harimau jawa yang telah punah lebih dahulu.

Pemburu Oportunis

Macan tutul adalah hewan penyendiri (soliter), dengan sesama jenisnya mereka saling menghindari satu sama lain. Spesies ini lebih aktif di malam hari (nokturnal). Macan Tutul merupakan pemburu oportunitis, yang menggunakan segala kesempatan untuk mendapatkan mangsanya. Mereka memakan hampir segala mangsa dari berbagai ukuran. Mangsa utamanya terdiri dari aneka hewan menyusui, binatang pengerat, ikan, burung, monyet dan binatang-binatang lain yang terdapat disekitar habitatnya.


Pola Rambut Macan Tutul

Ciri khas yang menonjol dari hewan ini adalah corak pada kulitnya yang berwarna dasar kuning pucat kecoklatan sampai kuning kemerahan dengan bintik-bintik hitam berpola rossete atau kotak di hampir seluruh bagian tubuh. Sedangkan macan tutul dengan corak rambut berwarna hitam lebih dominan banyak terdapat di pulau Jawa ini. Umumnya masyarakat menyebutnya macam kumbang. Padahal keduanya adalah satu spesies. Para ahli menyatakan bahwa perbedaan warna tersebut disebabkan oleh pigmen melanistik yang ada pada kulitnya.

Pemburu Oportunis

Macan tutul adalah hewan penyendiri (soliter), dengan sesama jenisnya mereka saling menghindari satu sama lain. Spesies ini lebih aktif di malam hari (nokturnal). Macan Tutul merupakan pemburu oportunitis, yang menggunakan segala kesempatan untuk mendapatkan mangsanya. Mereka memakan hampir segala mangsa dari berbagai ukuran. Mangsa utamanya terdiri dari aneka hewan menyusui, binatang pengerat, ikan, burung, monyet dan binatang-binatang lain yang terdapat disekitar habitatnya.


Pola Rambut Macan Tutul

Ciri khas yang menonjol dari hewan ini adalah corak pada kulitnya yang berwarna dasar kuning pucat kecoklatan sampai kuning kemerahan dengan bintik-bintik hitam berpola rossete atau kotak di hampir seluruh bagian tubuh. Sedangkan macan tutul dengan corak rambut berwarna hitam lebih dominan banyak terdapat di pulau Jawa ini. Umumnya masyarakat menyebutnya macam kumbang. Padahal keduanya adalah satu spesies. Para ahli menyatakan bahwa perbedaan warna tersebut disebabkan oleh pigmen melanistik yang ada pada kulitnya.